Langkah Kelima.

Posted by
Beautiful-Autumn-Road-1024x640

Gimana dong, gue suka banget sama suasana gambarnya.(Courtesy : hdwallpaperia.com)

Dikampus, gue punya seorang teman. saudara. some how, gue juga ga ngerti bagaimana ceritanya kita bisa kenal.

kita cuma kenal secara tiba – tiba. pernah jadi tim nasyid bareng sebelum pulang asrama, and that’s it. setelahnya kita bisa dibilang ga pernah lagi ngobrol serius, mungkin cuma ketemu sesekali di selasar masjid. ngomongin topik basi. yang bahkan 5 langkah setelahnya kita membuangnya ke tumpukan sampah kepala.

dia cukup terkenal. sejak tahun pertama, menduduki kursi strategis ….. perpolitikan (?) kampus. Bisa ditebak, karirnya terus melonjak naik ketika tahun kedua, ketiga, dan seterusnya. Bahkan, gue menduga ia akan menjadi idola. bukan cuma oleh wanita. tapi seluruh orang yang menyebut dirinya aktivis,  ….. atau apalah namanya. dan memang betul, he got it.

tapi, ternyata jalan hidup ga selurus itu.

kemarin, di acara wisuda kami yang lagi – lagi, somehow gue ga ngerti kenapa berbarengan. Ia berdesakan dengan riuhnya sanak famili wisudawan, arak – arakan, drum band yang bertabuh riuh. mukanya cemas,

lagi – lagi kita berpapasan.

Gue : “Nyari Belahan Jiwa ?”

Dia : “Iya. Tahu aja nih”

Gue : “Iya dong. Itu memang status yang lebih penting daripada cum laude

kita tertawa kecil. gue rasa kita juga sama – sama tahu, pembicaraan ini cuma topik basi. semua orang yang lulus sarjana, berbicara soal topik ini. kemudian, sama seperti hari – hari yang lain; kita berpisah.

tapi ada yang berbeda dilangkah yang kelima. gue berbalik, mematung sejenak melihat pundaknya yang menjauh. he brought his wife, holding her tight. very tight. Langkah kelima ini jadi berbeda, scenery saat ia menggandeng tangan jadi clip slow motion yang susah hilang dikepala (memang, gue akui. 15 menit pertama, yang muncul dipikiran adalah motivasi garuk tanah, dan mengubur diri).

setelahnya, disela – sela mengucapkan terima kasih kepada teman – teman yang datang ke acara wisuda, pikiran gue menerawang ketahun kejayaan kita dikampus… hmm, mungkin tahun kejayaan dia doang sih. haha.

saat – saat dimana sebuah keputusan besar dengan konsekuensi yang besar diumumkan. Gue bukan orang yang tertarik mengamati soal kegiatan rame – rame itu sih. I don’t know whats the detail, and I dont want to know either. hehe.

tapi saat itu, berpikir, dengan semua yang kita (or mereka?) all-out kan saat itu, semua keringat, kelelahan, sakit hati, dompet yang kosong yang bahkan rasanya masih belum habis waktu itu. semua seakan tidak ada artinya. Alasan memang bisa dibuat, hukum pun bisa disiasati. tapi ada image, citra, teman, oposisi, atau apalah itu kata trias politica.

tapi dilangkah yang kelima ini pula, gue berkaca. bisa jadi benar, bisa jadi engga.

Ini tentang love. cinta. pembuktian…. atau, ah, apalah namanya….Engga, gue bukan menulis tulisan galau. Ini makna yang beda. sayangnya 30 menit gue ga menemukan judul topiknya.

Banyak orang bilang, menikah bukan cuma soal love-love an. Banyak orang bilang, cinta itu perjuangan, butuh pengorbanan, dan seterusnya dan seterusnya ….

Pengorbanan; soal harta, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain – lain. Dari dia, gue berkaca, boleh jadi demi empat huruf tadi, verified by increminate ourself. isunya bukan lagi soal sesuatu yang bisa diatur kayak 5 hal yang disebut diawal. Kita membayar dengan harga tinggi, yang boleh jadi tidak bisa dicari ulang.

Tuduhan, fitnah, pandangan mata orang yang berbeda. juga termasuk kedalam item perhitungan.

Cintanya dia, ga cuma sekedar foto bareng sambil gandengan mesra yang disebar via social media. It’s verified.

Dihari yang sama, saat wisuda. Ga sedikit juga yang bawa pacarnya, selingkuhannya, teman tapi mesranya, sayang sayangannya, cinta cintannya, calon ibu dari anak – anaknya, dan seterusnya dan seterusnya …. tapi tanpa ada pembuktian, dan verifikasi yang jelas diantara mereka.

Mungkin sedikit telat untuk gue sebut, bahwa cerita ini bukan soal dia, tetangga dia (iyakan?), atau benar-enggaknya dia. gue cuma berkaca, bisa jadi ini adalah penggalan cerita yang bakal terjadi pada kita.

Saat dimana kita dihadapkan tentang pilihan yang sulit. dengan pengorbanan yang juga tidak sedikit. Dan, pilihan seperti pilihannya boleh jadi terjadi pada orang yang mencintai kita. orang tua kita, misalnya. mungkin kita tidak pernah tahu, what they have done for us.

… atau ini adalah nasihat buat aku. Jika, aktor ceritanya bukan ia dan gandengannya. tapi kita. #eaaa #skipbarisinikakaaa

Lagi – lagi gue tersadar. Gue masih belum ada apa – apa nya. Ternyata, ada banyak hal lain yang harus gue pelajari, gue resapi, dan pada akhirnya gue bisa pakai di waktu nanti.

Dan, kalo kamu adalah anaknya dia, percayalah. Abi adalah orang yang baik. He prove his love bravely.

Tags: , , ,

2 Responses

  1. ndu says:

    uhuk.

    baru baca ini full, dan…….
    hiks.

    haha

Leave a Reply