Rumah ini.

Posted by

Mi,

Aku bermimpi kita akan punya rumah. Mungkin tidak besar. Tapi rumah ini hangat.

Menyambut penghuninya dengan cahaya temaram kekuningan ruang tamunya.

 

Kemudian, ingatkah ketika kita bersepakat,

Bahwa rumah ini adalah rumah peradaban. Yang menghasilkan jutaan muslim – muslim nan tangguh.

Bukan hanya untuk anak kandung kita. Tapi juga anak ideologis kita.

 

Mi,

Diawal kita menikah, dirumah ini juga kita sepakat kalau ini bagian dari grand design dakwah.

Kita merajut romantika dari sikapmu yang mengunci pintu ketika agenda ribath tiba.

Atau ketika engkau begitu kerepotan menyiapkan semua keperluan ta’lim.

 

atau bisa jadi, kerinduan ketika kita bergandengan tangan saat berangkat aksi ?

 

Mi,

Dirumah ini kita belajar tentang arti belajar.

Tentang kamu yang tak tahu membuat ketupat.

Atau tentang aku yang tak pernah bisa membetulkan atap

 

tapi toh kita sama – sama belajar.

aku mencari separuh agama, bukan mencari tukang masak.

 

Aku sangat rindu diskusi panjang mu,

tentang dakwah….

soal konspirasi.

Bertukar ide soal riset yang sedang kau minati.

Atau sesekali kita bicara selewat tentang politik masa kini.

 

Mi,

Dari rumah ini lah nanti kita akan bercerita,

Bahwa kita lah penghasil para mujahid – mujahid kecil nan lucu.

 

Yang merengek minta diantar shalat ke masjid jam 3 pagi.

Yang tertidur sambil memeluk quran kesayangan.

 

Dimasa depan, mereka lah para dokter muslim ternama.

Para insinyur muslim terhandal,

Atau para seniman yang sarat akan makna hidup mendalam.

 

Ummi,

aku bermimpi kita akan hidup bersama sampai tua.

Berjalanan masih bergandengan diantara daun yang gugur.

image from : wychwoodtasmania.com

 

Kemudian kita saling pandang dan berkata,

“Terus lah disini. Dirumah ini. Jangan kau pergi”


Tags: , ,

2 Responses

  1. heningsept says:

    sena seriously you wrote this? :O

    *nyasar ke blog ini gara2 pingback postingan MOU yang terlambat

Leave a Reply