Sashimi

Posted by

 

Sejujurnya, sewaktu menulis ini gue sedang menulis tulisan lain. tapi, gue teringat tulisan ini. jadilah menulis tulisan ini dahulu *ini baris yang kurang bermanfaat*

ada yang pernah makan sashimi ?

sebetulnya gue juga ga pernah makan, atau gue pernah makan. tapi gue ga sadar kalo itu sashimi.

tapi ya anggap aja gue pernah makan, *lagi – lagi baris yang kurang bermanfaat*

sashimi itu daging ikan yang diiris tipis2 dan disajikan apa adanya alias mentah. dibuat dari ikan segar.

seorang professor gue pernah berkata, si daging ikan ini harus didinginkan dengan quick freezing di –70oC supaya ketika jadi sashimi tadi, rasanya tetep crispy (eniwey, gue masih belom kebayang crispynya ikan mentah).

pertanyaannya : apa yang terjadi kalo ga pake quick freezing ?

teknologi pengawetan makanan dengan freezing itu punya konsekuensi menimbulkan kristal pada makanan. nah kalo freezing ini dilakukan dengan cara yang sangat cepat disebut quick freezing. sedangkan kalo lambat slow freezing. tapi yang signifikan adalah bentuk dan ukuran kristal. saat slow freezing kristal yang terbentuk berukuran besar, dan ketika dicarikan merusak jaringan daging ikan. tapi kalo menggunakan quick freezing, kristal yang terbentuk relatif kecil dan halus, sehingga jaringan ikan setelah dicairkan tidak rusak.

nah, namanya juga quick freezing, jadi membutuhkan energi besar dengan suhu yang sangat rendah supaya mencapai tingkat quick. kan ? kalo cuma –2oC, apa bedanya sama di kulkas rumah…..

tapi gue bukan mau ngomongin sashimi atau quick freezingnya. bukan sama sekali.

gue mau kita membayangkan kalo kita adalah orang jepang yang lagi makan sashimi diatas meja,kemudian kita merasakan kalo ‘kok sushiminya ga crispy ?’ apa yang kita pikirkan ?

kenapa para japanese itu, tidak berpikir kalo yang salah adalah sang koki yang gagal jadi koki ?

atau kenapa para japanese itu, tidak berpikir kalo yang salah karena pisaunya kurang tajam ?

atau kenapa para japanese itu, tidak berpikir kalo yang salah karena ikannya salah gaul ? seharusny dia bergaul sama ikan untuk sashimi, bukan sama ikan sarden…

ya, kenapa para japanese itu, bisa tahu kalo ini semua karena si ikan harus di quick freezing di 70oC ? ada begitu banyak variabel dan faktor yang harus diuji sama si japanese, supaya dia tahu kesimpulannya cuma karena dua alasan ini.

dan ketika dijelaskan tentang sashimi tersebut, gue agak melamun. bagaimana bisa seseorang bisa berpikir sedemikian besar, sedemikian panjang, dengan variable yang kompleks, dan yang bikin sebel, mereka menemukan jawabannya !

 

 

 

…. bagaimana dengan kita ? apakah kita tahu kenapa ‘sashimi’ kita tidak ‘crispy’ ?

Leave a Reply