Prioritas.

Posted by

Sebetulnya akhir – akhir ini bingung juga soal satu kata.

Semua kata cuma berputar di kepala. tapi kalo ditanya, gue juga ga punya makna.

ini kenapa jadi puisi chairil anwar …

Mungkin ujian kali ini bukan soal kampus – sekolah. itu mah udah gak lagi zaman. persoalan kampus – sekolah udah gak lagi layak  buat jadi perdebatan.

Waktu memilih, disini – disana ga pernah ada prediksi keretanya akan super cepat, tarikannya super kuat. lagi pula kita ‘kan satu gerbong, jadi disini – disana predikatnya tetap sekolah.

Gue rada sotoy, cuma memang keadaan riilnya … disana kita melihat rajutan itu dari atas, sehingga semakin terlihat bentuk dan wajah asli dari gambaran besar yang ingin kita bangun. dan konsekuensinya, kita juga melihat threat yang berpotensi merusak gambar besar tersebut.

jadi kalo ditanya soal kenangan lucu – lucu, unyu – unyu.  itu udah ga jadi alasan logis kanan – kiri. itu cuma emosi.

saat ini mirip kaya dipersimpangan, pilihannya kalo penting ya penting….

“pilihan macam apa ini ?” ah tapi ya begitulah.

mungkin yang sulit akhirnya memang 2 kata, “Yang Mana?”

atau belum lagi berbicara soal si tiga yang terus menerus terjerembab. bukan berarti kalah, belum, bahkan kita belum melawan. kerja – kerja besar dengan ide – ide super besar masih harus terus menerus dipikirkan.

 

…. it’s us. versus the world, no problem.

 

Saat ini, kita hanya bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi, namun menggunakan struktur yang sama. goncangan pasti ada, mungkin ini salahsatunya.

Tags:

One Response

  1. Sekar says:

    semangat cen! makin dewasa ya 😀

Leave a Reply