#Gazing

Posted by

Sepotong Kue untuk Dibagi

yak, sebelum lebih jauh …. yang ingin gue share sidikit adalah kenapa harus jadi aktivis dakwah sekolah …..

kenapa ? dari semua ranah yang ada kenapa harus disekolah ?

Pertama,  alasannya sangat sederhana …karena yang baca ini semua adalah anak sekolah. dan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas lu adalah sekolah, maka secara rasional-logis dapat disimpulkan akan lebih mudah daripada kita pindah ke ranah dakwah lain.

Kedua, gue pun mau berbicara dari sisi lain. kita tahu bahwa Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang. dia memberikan hidup kepada seluruh makhluk hidup di kolong langit ini. binatang, hewan tumbuhan, dan tentunya kita para manusia.

nah, dari semua nikmat yang diturunin sama Allah, ada nikmat spesifik yang diturunin cuma buat manusia, yaitu nikmat akal. binatang ga unya akal, begitu juga dengan tumbuhan. nah, dari nikmat akal yang diberikan tuhan cuma buat manusia, lebih fundamental lagi adalah nikmat iman. karena kita tahu, bahwa ga semua orang berakal didunia inim punya iman dalam dadanya. dan, yan harus kita syukuri adalah iman kita sifatnya given dari orangtua kita. mungkin kalo kita reverse time jadi orang tua kita adalah non-muslim, dapet hidayah itu sangat susah, dan pengorbanannya bisa jadi tidak sedikit.

nah, dari sini. diasumsikan bahwa kita adalah orang yang punya iman, maka pertanyaan terbesar kita adalah ‘Apa wujud rasa syukur kita terhadap hal ini ?’

maka jawabnnya adalah, membagi-bagi iman tersebut kepada orang lain. Iman itu, bukan kayak kue Tart yang kalo dibagi habis. Iman itu unlimited resources makin dibagi, makin kuat. jadi, sangat teramat sayang kalo kue iman, yang bahkan harumnya menggoda hingga ke negri sebrang, cuma buat kita dan cuma punya kita.

alangkah indah dunia ini kalo semua orang punya hal yang bisa kita nikmati sebuah kue bersama yang namanya iman.

Sebuah Proyek Peradaban

Konsepsi bagi bagi iman tadi, sebetulnya adalah konsep dakwah juga. nah, tapi lebih jauh ngomong soal dakwah adalah gak cuma buat pribadi. tapi, berbicara soal menegakkan dinullah di muka bumi. jadi, dari orang orang yang udah punya kue iman tadi, berkumpul dan merumuskan, gimana caranya supaya kue ini bisa efektif menjangkau gak cuma orang – orang tertentu dan kondisi tertentu, yang kita mau, adalah kue ini bisa dinikmati semua orang selamanya dan setiap saat.

nah, membuat kue ini bisa disebar itu masalah berbicara soal membangun lingkungan islami di lingkungan kita. nah, uniknya, masalah bagi – bagi kue ini gak akan terjadi dalam waktu 1 malam. terkadang masalah bagi – bagi kue ini berlangsung lintas generasi, bahkan melintasi jabatan kepala sekolah. makanya, yang kita bangun gak cuma soal lingkungan islam yang steril dari kejahatan. yang kita bangun adalah peradaban islam yang kebal terhadap fenomena kekufuran.

buat sekolah, setidak – tidaknya ada 4 tahap :

Pertama, harus ada Lembaga dakwah yang bertanggung jawab didaerah tersebut. karena kita berbicara seputar sekolah, maka lembaga dakwah pun yang berkaitan dengan sekolah. baik berupa lembaga dakwah yang sifatnya aktif, yang kepengurusannya dipegang oleh siswa sendiri. maupun, lembaga dakwah yang sifatnya supportif, yang kepengurusannya dipegang oleh alumni. kehadiran dua lembaga dakwah ini mutlak diperlukan karena lembaga dakwah adalah pijakan utama keberadaan dakwah dilingkungan tersebut. lembaga dakwah ini akan menjadi tulang punggung kebaikan yang mengalir di lingkungan tersebut. Maka tuntutan utama bagi organisasi ini adalah menjadi seattle dan stable.

Kedua, perlunya basis massa yang kuat. kalo dakwah ditanya mana yang dipilih kuantittas kader atau kualitas kader ? maka, idealnya kedua – duanya itu dipilih. karena dua – duanya kayak satu mata uang. gak bisa dipisah.

di point yang kedua ini sebetulnya gue pribadi berpendapat justru disini target point dari dakwah. memang tadi kita menganalogikan bahwa dakwah, mirip kayak bagi – bagi kue. tapi, itu adalah tujuan jangka panjang. tujuan jangka pendeknya adalah orang cukup merasa senang karena kita punya kue. walau dia gak pengen kue. selesai.

ya, tujuan dakwah ini adalah merubah pola pikir orang agar tidak memusuhi perbuatan – perbuatan baik yang kita tebar.

nah, dari orang – orang yang setuju ini kita bisa membuat basis massa pendukung kita. alasan kenapa kita butuh banyak pendukung adalah karena kita hidup di era demokrasi. dimana kuantitas suara yang dihitung disini.

kalo dilangkah pertama berbicara soal bagaimana menggudangkan orang – orang baik, ditahap yang kedua kita berbicara soal bagaimana agar rencana orang – orang baik tersebut disetujui oleh masyarakat umum.

Ketiga, adalah setelah organisasi tulang punggung dakwah yang tangguh dan kader melimpah yang harus kita lakukan adalah mulai melakukan ekspansi dakwah kita merebah ke organisasi lain. tertutama menaruh kader – kader ke organisasi yang mempunyai bargaining position tinggi di lingkungan sekolah.

Saya ambil contoh ketika sidang pembuatan Rancangan Undang – Undang yang dilakukan oleh para politikus kita. terkadang peraturan dibuat cuma buat keuntungan pribadi. contohnya karena politikus adalah businessman yang handal dia buat peraturan yang memudahkan bisnis pribadi. hal ini gabisa dibiarin. harus ada orang – orang baik yang bilang bahwa itu tidak boleh. dan terkadang dalam perjalannya tarikmenarik antara orang baik dan orang tidak baik ini berlangsung sangat alot, hingga penentuannya cuma masalah siapa yang kuat bertahan paling lama menarik.

begitu kita lengah. jebret ! palu diketok dan kita sadar bahwa kita tertinggal di belakang.

nah, ceritanya bakal jadi beda kalo yang memegang palu adalah orang – orang yang memang baik. dia gak akan ngetok sebelum keputusan memang benar – benar baik.

di point yang ketiga ini, kita berbicara soal bagaimana membuat kegiatan dakwah kita terlihat lebih berwibawa dan mempunyai nilai koersif (memaksa) yang tinggi di mata orang – orang awam.

Keempat, adalah melakukan internalisasi semua sistem yang berjalan. semua tahap tahap yang kita bicarakan ini adalah tugas besar dan berat. bisa dibayangkan karena 3 langkah diatas saja sudah merubah struktur dan mengakselerasi dengan sangat jauh struktur dan mekanisme sosial di lingkungan sekolah. oleh karena itu, dibutuhkan internalisasi, agar semua orang sepaham dan sependapat bahwa memang hal – hal seperti ini adalah hal – hal yang krusial. sehingga, keberhasilan rencana tidak hanya terjadi di satu atau dua masa kepengurusan.

jadi, point yang keempat ini bicara soal bagaimana membiasakan 3 hal diatas supaya terjadi at least 90 % sesuai prediksi.

Akar yang Benar

nah, berarti gue rasa sepakat bahwa dari semua estafet peradaban kita, yang paling penting adalah tahap pertama.

Tapi, banyak dari aktivis dakwah sekolah kurang tepat menempatkan garis start perjuangan. banyak yang masih berpikir bahwa dakwah, adalah akar dari perbaikan. sepertinya terlalu angkuh kalo saya bilang bahwa itu benar – benar salah. hal itu hanya kurang tepat.

yang lebih tepat, bahwa tarbiyahlah yang menjadi sumber dari segalanya. dari tarbiyah, tangan – tangan cakap nan mulia menjangkau seluruh lini dengan dakwah.

ini inti perbaikan yang paling mendasar. bahwa LDS yang kokoh hanya dibangun dari tradisi tarbiyah yang tak pernah goyah. hakikinya, seourang du’at adalah sebuah gelas. dia tidak bisa menuang air, kalo memang tidak ada air didalam gelas tersebut. nah, hal ini kemudian menjadi sulit diaplikasikan mengingat banyak pengurus sebuah LDS yang masih belum sehat dari segi tarbiyah. apa yang mau mereka beri ?

tarbiyah juga bukan hanya berbicara soal stock materi. tarbiyah berbicara soal penjagaan. tarbiyah nantinya, akan menjadi sistem kompleks yang tak hanya berbicara soal keislaman. tarbiyah nanti juga berbicara soal monitoring ruhiyah para pengurus, bagaimana shalat malamnya, berapa juz kah tilawahnya, masih sinkronkah jalan pikirannya. tarbiyah yang sehat memastikan setiap pengurus masih punya jalan dan visi yang sama dalam dakwah.

dan, yang lebih hebat lagi tarbiyah juga berbicara hingga faktor pemetaan kekuatan. kekuatan kita, keterbatasan kita, ancaman untuk kita, dan peluang – peluang yang bsia kita gapai kedepannya.

dari sinilah ide – ide briliant muncul. ide – ide dari individu yang berpikir secara unik, dibalut dengan pembinaan dan jaminan manhaj yang benar.

Tags: , , , , ,

3 Responses

  1. Lallllaalala.. says:

    Tulisannya saya culik buat milist murobbi 😛

  2. ushmrkstv says:

    sena, saya izin ngelink tulisan ini buat dishare ke anak-anak MP saya ya. buat tugas baca. boleh?

Leave a Reply